puisi cinta
Inspirasi
Inspirasi…
Kadang hadir,
Kadang mati
Hingga tak s’lalu dapat ku menulis puisi
Inspirasi…
Tentang hati,
tentang cinta sejati
Biasanya hadir saat ku lagi sepi dan sendiri
Inspirasi…
Teman hati,
Lalui hari
Saat habiskan waktu menunggumu kembali
1108 hari
1108 hari
Sendiri
Menanti
Tak pasti
1108 hari
Renungi
Cinta sejati
Tak henti
1108 hari
Sendiri…
Sendiri…
masih sendiri
Kau katakan… kau menunggu
waktuku tiba lebih dulu
Meski aku tak mau, tetap kau ingin begitu
Kau nyatakan seolah tak habis rasaku
Meski kuyakin kau tahu
Bahwa hati kecilku mengharapkanmu
Jika memang t’lah tiba waktumu
Menikahlah lebih dulu…!
Usah menungguku
Sebab aku mungkin kan memilih tuk sendiri dulu
Kirimkan saja undangan itu !
Sebab mungkin aku takkan mengirim sesuatu
Mungkin itu dapat hentikan penantian panjangku
Walau takkan pernah menghapuskan rasa yang tulus
Kau cantik hari ini
Lama sudah tak kulihat
Kau yang dulu ku mau
Kadang ingat kadang tidak
Bagaimana dirimu ?
Reff:
Kau cantik hari ini
dan aku suka…
Kau lain sekali
dan aku suka…
Entah ada angin apa
Kau berdiri di sana
Berhenti aliran darahku
Kau menatap mataku
Kau cantik hari ini
dan aku suka
Kau lain sekali
dan aku suka
Takkan ku biarkan lagi
Menghilang dari kehidupanku
Back to reff (2x)
Alami
Pelan tapi pasti
Kubulatkan tekad dalam hati
Wujudkan satu cinta putih
Menjalin indah kasih suci
Perlahan tapi pasti
Hati butuh teman berbagi
Jiwa butuh tuk di kasih
Haruskah berhenti menanti ?
SlaluAda kata yang tak pernah mampu terusik
Meski senja datang…
Meski langit segera kelam
Tersimpan rapi di dalam hati yang sepi
Hari-hari berlalu tanpa sempat tuk tau
Akankah saatnya tiba…
Atau hanya penantian saja
Sembari berucap “Slalu kan kutunggu”
Satu kata yang tak ingin bisa terusik
Terajut oleh kenangan…
Berpondasikan harapan…
Berselimut indah sebuah cinta putih
Hari-hari menjauh terlebih saat itu
Terbang lepas ke langit bebas
Tanpa sebuah kalimat jelas
Kecuali bahwa cinta kan kembali bertemu
Selalu…
Jika memang Tuhan menakdirkan satu
Selalu…
Tak peduli berapapun lamanya waktu
Menulislah
Menulislah… Walau terkadang menulis hanya kan bangkitkan sedikit kenangan masa lalu dengannya, janga berhenti!.
Ceritakanlah pada dunia, meski mungki sebagian diantara mereka tertawa. Meski sebagian diantara mereka menganggap hidupmu terlalu menderita. Atau mungkin sebagaian diantara mereka menganggap dirimu bodoh hanya karna terlalu setia pada satu cinta.
Apapun itu… menulislah. Meski mungkin kau tak pandai menggunakan kata-kata berkilau makna. Meski mungkinTuhan tak pernah melahirkanmu dengan talenta Pujangga. Menulislah, biarkan semuanya abadi dalam kata-kata.
Hari ini mungkin kau bersedih ketika menuliskannya, saat itu semua hanya kenang dan penantian. Mungkin nanti kau akan tersenyum penuh bahagia, mengenang semua proses kehidupan yang telah membuatmu dewasa. Dalam menghargai cinta. Dalam menghargai kehidupan dan bertahan di dalamnya.

Tinggalkan Balasan